<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: JANGAN DIBUKA !</title>
	<atom:link href="http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alvieri.wordpress.com</link>
	<description>Sahabatku Nan Lemah Lembut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2009 10:15:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: alvieri</title>
		<link>http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-34</link>
		<dc:creator>alvieri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 11:51:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-34</guid>
		<description>Karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.

&quot;Kebon Jeruk ya Pak&quot;

Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan, suasana hening, tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, 
Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 
Hampir 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi. 
Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud memberi tanda agar berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.

Tapi tiba2 setelah pundaknya ditepuk oleh Susi, 
Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak teriak histeris, 
Dan baru berhenti ketika taksi itu akhirnya menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.

Untunglah tak ada yang terluka. 
Setelah agak tenang Sopir Taksi itu kemudian meminta maaf kepada Susi
&quot;Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa kan? 
Ibu sih make nepuk pundak saya, kagetnya setengah mati Bu!!&quot; lanjut sang supir
&quot;Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget??&quot; tanya Susi keheranan
&quot;Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu&quot;
&quot;Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??&quot;
&quot;Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH...Bu&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.</p>
<p>&#8220;Kebon Jeruk ya Pak&#8221;</p>
<p>Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan, suasana hening, tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi,<br />
Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam.<br />
Hampir 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi.<br />
Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud memberi tanda agar berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.</p>
<p>Tapi tiba2 setelah pundaknya ditepuk oleh Susi,<br />
Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak teriak histeris,<br />
Dan baru berhenti ketika taksi itu akhirnya menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.</p>
<p>Untunglah tak ada yang terluka.<br />
Setelah agak tenang Sopir Taksi itu kemudian meminta maaf kepada Susi<br />
&#8220;Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa kan?<br />
Ibu sih make nepuk pundak saya, kagetnya setengah mati Bu!!&#8221; lanjut sang supir<br />
&#8220;Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget??&#8221; tanya Susi keheranan<br />
&#8220;Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu&#8221;<br />
&#8220;Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??&#8221;<br />
&#8220;Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH&#8230;Bu&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edomon</title>
		<link>http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-33</link>
		<dc:creator>edomon</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 11:11:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-33</guid>
		<description>nenek kecebur dilaut adanya dimana ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nenek kecebur dilaut adanya dimana ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alvieri</title>
		<link>http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-31</link>
		<dc:creator>alvieri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 08:22:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-31</guid>
		<description>Suatu hari , seorang Ibu Guru Sekolah Menengah Pertama membagikan Daftar Isian murid-murid, mengenai data-data murid itu sendiri dan kedua orangtuanya.

Ada seorang muridnya bernama Andi yang mungkin karena gobloknya atau karena ingin “mengerjai” Gurunya, selalu bertanya-tanya:

ANDI: “Bu, nama orangtua ditulis, ya?”

GURU: “Ya, ditulis.”

Tidak lama kemudian, ANDI bertanya lagi…

“Bu, kalau alamat orangtua ditulis ndak?”

Jawab Gurunya mulai kesal…

“Ya, ditulis!” katanya.

Belum tiga menit ANDI sang murid bertanya lagi…

“Bu, bagaimana dengan jenis kelamin orangtua ditulis juga?”

Sang Ibu Guru yang rasa kesalnya telah sampai ke ubun-ubun…menjawab

“TIDAK USAH DI TULIS !! DIGAMBAR SAJA!!! DASAR GOBLOG”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari , seorang Ibu Guru Sekolah Menengah Pertama membagikan Daftar Isian murid-murid, mengenai data-data murid itu sendiri dan kedua orangtuanya.</p>
<p>Ada seorang muridnya bernama Andi yang mungkin karena gobloknya atau karena ingin “mengerjai” Gurunya, selalu bertanya-tanya:</p>
<p>ANDI: “Bu, nama orangtua ditulis, ya?”</p>
<p>GURU: “Ya, ditulis.”</p>
<p>Tidak lama kemudian, ANDI bertanya lagi…</p>
<p>“Bu, kalau alamat orangtua ditulis ndak?”</p>
<p>Jawab Gurunya mulai kesal…</p>
<p>“Ya, ditulis!” katanya.</p>
<p>Belum tiga menit ANDI sang murid bertanya lagi…</p>
<p>“Bu, bagaimana dengan jenis kelamin orangtua ditulis juga?”</p>
<p>Sang Ibu Guru yang rasa kesalnya telah sampai ke ubun-ubun…menjawab</p>
<p>“TIDAK USAH DI TULIS !! DIGAMBAR SAJA!!! DASAR GOBLOG”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alvieri</title>
		<link>http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-29</link>
		<dc:creator>alvieri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 07:44:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-29</guid>
		<description>Calon Pilot dan Mainan Pesawat Radio Control

Di halaman sebuah rumah terlihatlah seorang anak kecil bernama Aryo, sedang memainkan pesawat terbang radio kontrol, sementara ibunya sedang memasak di dapur tak jauh darinya.

Pada saat pesawat mainan itu akan mendarat ditanah, yang sengaja dibuatnya sedemikian rupa hingga menyerupai bandara, Aryo mulai berceloteh dengan suara lantang bak seorang Pilot:

ARYO : &quot;Semua penumpang Sialan Silahkan Turun, Segera bawa barang-barang anda dan Silahkan pergi ke Neraka&quot;.

Mendengar celotehan Aryo, sang ibu kaget lalu memanggil Aryo dan berkata:

IBU : &quot;Aryo anakku, apa yang kau ucapkan tadi adalah kata-kata yang sangat kasar 
dan tidak pantas diucapkan oleh orang yang berpendidikan, 
coba sekarang kamu masuk ke kamar dan renungkan dahulu selama 2 jam, 
agar kamu menyadari kekeliruan ini&quot;.

Kemudian Aryo masuk ke kamar dan merenung disana, dan sang ibu pun kembali memasak. 
Setelah 2 jam, Aryo keluar dari kamar untuk bermain di halaman. 

Kembali pada saat pesawat akan mendarat, Aryo mulai berceloteh lagi.

ARYO : &quot;Para penumpang yang terhormat, 
Selamat Datang di bandara ini. Periksa dan telitilah barang-barang bawaan anda agar tidak ada yang tertinggal&quot;.

Mendengar celotehan Aryo barusan , Si Ibu mulai tertawa bahagia karena anaknya telah sadar.
Tak lama kemudian Celotehan Aryo berlanjut.

ARYO : &quot;Kami Ucapkan terima kasih atas kepercayaan anda terbang bersama kami. 
Kami juga mohon maaf atas keterlambatan selama 2 jam yang disebabkan oleh wanita Sialan yang sedang memasak di dapur&quot;.

SANG IBU : &quot;????&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Calon Pilot dan Mainan Pesawat Radio Control</p>
<p>Di halaman sebuah rumah terlihatlah seorang anak kecil bernama Aryo, sedang memainkan pesawat terbang radio kontrol, sementara ibunya sedang memasak di dapur tak jauh darinya.</p>
<p>Pada saat pesawat mainan itu akan mendarat ditanah, yang sengaja dibuatnya sedemikian rupa hingga menyerupai bandara, Aryo mulai berceloteh dengan suara lantang bak seorang Pilot:</p>
<p>ARYO : &#8220;Semua penumpang Sialan Silahkan Turun, Segera bawa barang-barang anda dan Silahkan pergi ke Neraka&#8221;.</p>
<p>Mendengar celotehan Aryo, sang ibu kaget lalu memanggil Aryo dan berkata:</p>
<p>IBU : &#8220;Aryo anakku, apa yang kau ucapkan tadi adalah kata-kata yang sangat kasar<br />
dan tidak pantas diucapkan oleh orang yang berpendidikan,<br />
coba sekarang kamu masuk ke kamar dan renungkan dahulu selama 2 jam,<br />
agar kamu menyadari kekeliruan ini&#8221;.</p>
<p>Kemudian Aryo masuk ke kamar dan merenung disana, dan sang ibu pun kembali memasak.<br />
Setelah 2 jam, Aryo keluar dari kamar untuk bermain di halaman. </p>
<p>Kembali pada saat pesawat akan mendarat, Aryo mulai berceloteh lagi.</p>
<p>ARYO : &#8220;Para penumpang yang terhormat,<br />
Selamat Datang di bandara ini. Periksa dan telitilah barang-barang bawaan anda agar tidak ada yang tertinggal&#8221;.</p>
<p>Mendengar celotehan Aryo barusan , Si Ibu mulai tertawa bahagia karena anaknya telah sadar.<br />
Tak lama kemudian Celotehan Aryo berlanjut.</p>
<p>ARYO : &#8220;Kami Ucapkan terima kasih atas kepercayaan anda terbang bersama kami.<br />
Kami juga mohon maaf atas keterlambatan selama 2 jam yang disebabkan oleh wanita Sialan yang sedang memasak di dapur&#8221;.</p>
<p>SANG IBU : &#8220;????&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alvieri</title>
		<link>http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-28</link>
		<dc:creator>alvieri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 06:08:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alvieri.wordpress.com/jangan-dibuka/#comment-28</guid>
		<description>Suatu ketika seorang dokter melihat pasiennya yang sedang membuat  secangkir kopi, 
selesai menyeduhnya 
si pasien kemudian memasukkan sebutir obat ke dalamnya. 
Dengan rasa penasaran Sang dokter pun bertanya kepada pasien tersebut.

Dokter : &quot;Obat apa yang kamu masukan ke kopimu?&quot;

Pasien : &quot;Obat penurun panas, Dok ! Biar kopinya cepat dingin.&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika seorang dokter melihat pasiennya yang sedang membuat  secangkir kopi,<br />
selesai menyeduhnya<br />
si pasien kemudian memasukkan sebutir obat ke dalamnya.<br />
Dengan rasa penasaran Sang dokter pun bertanya kepada pasien tersebut.</p>
<p>Dokter : &#8220;Obat apa yang kamu masukan ke kopimu?&#8221;</p>
<p>Pasien : &#8220;Obat penurun panas, Dok ! Biar kopinya cepat dingin.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
